Kamis, 24 Maret 2011

BUKTI BUKTI KEAJAIBAN AL'QURAN

1. besi itu berasal DARI?

[57.25].... Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Kata-kata "diturunkan", terutama dapat dianggap mempunyai arti perumpamaan untuk menjelaskan bahwa besi telah diberikan untuk kemanfaatan bagi manusia. Tetapi ketika kita pertimbangkan arti harfiah dari kata tersebut yang berarti "diturunkan secara fisik dari langit", kita menyadari bahwa ayat ini menunjukkan suatu mukjizat ilmiah yang sangat signifikan.

Ini karena temuan astronomi modern telah mengungkapkan bahwa besi yang ditemukan di bumi ini berasal dari suatu bintang raksasa di ruang angkasa.

Logam berat di jagad raya dihasilkan dalam inti bintang-bintang besar. Tetapi sistem solar kita, tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi sendiri. Besi hanya dihasilkan pada bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dimana suhu mencapai beberapa ratus derajat.

Ketika jumlah besi melebihi suatu tingkat tertentu pada sebuah bintang, bintang tersebut tidak dapat lagi menahannya, dan pada akhirnya meledak dalam apa yang disebut dengan "No a" atau "Supernova". Sebagai hasil dari ledakan ini, meteor yang mengandung besi tersebar ke seluruh jagad raya, dan bergerak melalui suatu ruang hampa sampai ditarik oleh kekuatan gravitasi
benda-benda langit.


Semua ini menunjukkan bahwa besi tidak terbentuk di Bumi tetapi dibawa dari ledakan bintang-bintang di ruang angkasa melalui meteor dan "diturunkan ke Bumi", dengan cara yang sama sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Ini jelas bahwa fakta tersebut tidak bisa diketahui secara ilmiah pada abad ketika Al-Qur'an diwahyukan.

2.Matahari dan bulan itu bergerak sesuai dengan orbitnya?

[21.33] Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Disebutkan juga pada ayat yang lain, bahwa matahari tidak statis tapi bergerak dalam orbit tertentu:

[36.38] dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al-Qur'an ini telah ditemukan pada pengamatan astronomi di zaman kita. Menurut perhitungan para astronom, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa 7200 km/jam ke arah bintang Vega pada orbit tertentu yang disebut dengan Solar Apex. Ini berarti bahwa matahari bergerak kira-kira 17.280.000 km/hari. Bersama dengan matahari, semua planet-planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga menempuh jarak yang sama. Di samping itu, semua bintang di alam jagad raya mempunyai gerak yang sama yang terencana.

3.jagad raya ini penuh dengan jalur-jalur dan orbit-orbit.

[51.7] Demi langit YANG MEMPUNYAI JALAN-JALAN,

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam raya dengan hampir 200 milyar bintang didalam masing-masing galaksi. Kebanyakan dari bintang-bintang ini mempunyai planet, dan kebanyakan planet mempunyai satelit. Semua benda-benda langit ini bergerak dalam suatu orbit yang dihitung secara akurat. Selama jutaan tahun masing-masing telah "berenang" sepanjang orbitnya sendiri dalam suatu harmoni dan keteraturan yang sempurna satu sama lain. Disamping itu, banyak komet juga bergerak, pada orbit-orbit yang ditentukan untuknya. Orbit di jagad raya tidak hanya terbatas pada benda-benda langit. Galaksi juga bergerak dalam suatu kecepatan yang luar biasa dalam suatu orbit yang terhitung dan terencana. Selama gerakan ini, tidak satupun dari benda-benda langit ini, yang melintasi satu sama lain atau berbenturan satu sama lain.

Tentu saja ketika Al-Qur'an diwahyukan, manusia tidak memiliki teleskop atau tekhnologi pengamatan yang canggih untuk mengamati jutaan kilometer ruang angkasa, juga tidak mempunyai pengetahuan modern, fisika atau astronomi. Oleh karenanya, pada waktu itu tidak mungkin untuk menentukan secara ilmiah bahwa ruang angkasa penuh dengan "jalur dan orbit" sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini. Tetapi, ini dinyatakan secara terbuka di Al-Qur'an yang diwahyukan pada waktu itu, karena Al-Qur'an merupakan firman Allah.

4.jagad raya itu terus mengembang.

[51.47] Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya KAMI BENAR-BENAR MELUASKANNYA.

Kata "langit" sebagai mana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di berbagai tempat dalam Al-Qur'an dengan arti ruang dan jagad raya. Sekali lagi disini, kata tersebut digunakan dalam arti ini. Dengan kata lain, didalam Al-Qur'an diwahyukan bahwa jagad raya ini "berkembang". Dan ini merupakan kesimpulan sebenarnya yang telah dicapai oleh ilmu pengetahuan sekarang.

5.langit (lapisan atmosfer) mempunyai fungsi yang penting bagi kelangsungan hidup di bumi.

[21.32] Dan Kami menjadikan langit itu sebagai ATAP YANG TERPELIHARA, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.

Ciri langit ini telah dibuktikan oleh riset ilmiah yang dilakukan pada abad ke-20.

Atmosfer yang mengelilingi bumi mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Sambil menghancurkan banyak meteor-meteor besar dan kecil ketika mencapai bumi, atmosfer ini mencegahnya jatuh ke bumi dan merusak makhluk hidup.

Disamping itu, atmosfer menyaring berkas sinar yang datang dari ruang angkasa yang berbahaya bagi makhluk hidup. Yang menarik, atmosfer hanya membiarkan sinar-sinar dekat ultra violet, dan gelombang radio. Semua radiasi ini penting bagi kehidupan. Berkas sinar dekat ultra violet, yang hanya sebagian masuk kedalam atmosfer sangat penting bagi fotosintesis tumbuhan dan kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Sebagian besar berkas ultra violet yang intens yang dipancarkan dari matahari disaring oleh lapisan ozon atmosfer dan hanya sebagian kecil saja dari spektrum ultra violet yang sampai ke bumi.

Fungsi perlindungan atmosfer tidak hanya sampai disini. Atmosfer juga melindungi bumi dari dinginnya luar angkasa yang membekukan yaitu sekitar minus 270 derajat celcius..

Bukan hanya atmosfer yang melindungi bumi dari efek yang berbahaya ini. Disamping atmosfer, Sabuk Van Allen, sebuah lapisan yang disebabkan oleh medan megnaetik bumi, juga berfungsi sebagai pelindung terhadap radiasi yang berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lain, sangat mematikan terhadap makhluk hidup. Apabila tidak ada Sabuk Van Allen, ledakan yang hebat dari energi yang disebut dengan solar flares yang sering kali terjadi pada matahari akan menghancurkan semua kehidupan di muka bumi.

6. langit itu terdiri dari 7 lapisan.

[2.29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya TUJUH LANGIT. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

[41.12] Maka Dia MENJADIKANNYA TUJUH LANGIT dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan yang terletak diatas satu sama lain. Disamping itu, atmosfer ini sama seperti yang digambarkan Al-Qur'an, persis tujuh lapisan. Didalam sumber-sumber yang ilmiah, subyek ini diuraikan sebagai berikut:

---------------------------------------------------
Para ilmuwan telah menemukan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. Lapisan ini berbeda dalam sifat-sifat fisik seperti tekanan dan jenis-jenis gas. Lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi disebut TROPOSFER (1). Troposfer ini mengandung sekitar 90% dari total massa atmosfer. Lapisan diatas Troposfer disebut STRATOSFIR (2). LAPISAN OZON (3) merupakan bagian dari Stratosfir dimana penyerapan berkas ultra violet terjadi. Lapisan diatas Stratosfir disebut MESOSFIR (4). TERMOSFIR (5) terletak diatas Mesosfer. Gas-gas yang mengalami ionisasi membentuk suatu lapisan didalam Termosfer yang disebut IONOSFIR (6). Bagian terluar dari Atmosfer bumi membentang sekitar 480-960 Km. Bagian ini disebut dengan EKSOSFIR (7).
---------------------------------------------------------------
Maka jika kita menghitung jumlah lapisan yang dikutip pada sumber diatas kita melihat bahwa atmosfer terdiri dari persis tujuh lapisan sebagaimana dijelaskan dalam ayat tsb:

1. Troposfir
2. Stratosfir
3. Ozonosfir
4. Mesosfir
5. Ionosfir
6. Termosfir
7. Eksosfir


7.tiap-tiap lapisan atmosfer itu mempunyai fungsi sendiri-sendiri

[41.12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia MEWAHYUKAN PADA TIAP-TIAP LANGIT URUSANNYA. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Mukjizat penting lainnya dari Al-Qur'an adalah kalimat dalam ayat diatas "Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya". Dengan kata lain, pada ayat ini Allah menyatakan bahwa dia menetapkan masing-masing langit tugasnya. Sebenarnya, sebagaimana terlihat dalam bab sebelumnya,
masing-masing dari lapisan ini mempunyai tugas vital bagi kepentingan manusia dan semua makhluk hidup yang hidup di atas muka bumi ini.

Masing-masing lapisan mempunyai fungsi tertentu mulai dari membentuk hujan sampai mencgah sinar yang berbahaya, dari memantulkan gelombang radio sampai mengalihkan efek meteor yang berbahaya.

Salah satu fungsi ini, misalnya dinyatakan dalam sumber ilmiah sebagai berikut:

Atmosfer bumi mempunyai tujuh lapisan, lapisan paling rendah disebut troposfir. Hujan, salju dan angin hanya terjadi di lapisan troposfir. Merupakan mukjizat besar bahwa fakta-fakta ini, yang tidak mungkin ditemukan tanpa tekhnologi abad 20, secara eksplisit dinyatakan dalam Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu.

8.hujan itu diturunkan ke Bumi dalam kadar tertentu

[43.11] Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Kuantitas yang terukur pada hujan ini sekali lagi ditemukan oleh riset modern. Diperkirakan bahwa dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari Bumi. Angka ini berjumlah sampai 513 trilyun ton air dalam satu tahun. Angka ini sama dengan jumlah hujan yang jatuh di Bumi setiap tahun. Ini berarti bahwa air terus menerus bersirkulasi dalam suatu siklus yang seimbang, dalam suatu "ukuran". Kehidupan di Bumi tergantung pada siklus air ini. Meskipun orang menggunakan semua tekhnologi yang tersedia di Bumi, mereka tidak akan mampu menghasilkan siklus ini secara buatan.

Bahkan sedikit penyimpangan pada keseimbangan ini segera akan menimbulkan ketidakseimbangan Ekologis yang besar yang akan mengakhiri kehidupan di muka Bumi. Tetapi, ini tidak pernah terjadi, dan hujan terus turun setiap tahun dengan jumlah yang sama persis sebagaimana diwahyukan dalam Al-Qur'an.

9.proses pembentukan hujan itu.

Bagaimana hujan terbentuk tetap masih merupakan misteri besar untuk beberapa tahun yang lalu. Hanya setelah radar cuaca ditemukan menjadi mungkin untuk menemukan tahap-tahapan bagaimana hujan terbentuk.

Menurut temuan ini, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahapan. Pertama, bahan baku hujan naik ke udara dengan angin. Kemudian, awan-awan terbentuk, dan akhirnya muncul titik-titik hujan.

Penjelasan mengenai pembentukan hujan menyebutkan dengan pasti proses ini. Dalam salah satu ayat, pembentukan ini digambarkan sebagai berikut:

[30.48] Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.

Sekarang mari kita selidiki tiga tahapan yang dijelaskan dalam ayat tersebut secara lebih teknis.

TAHAP PERTAMA
-------------
"Allahlah yang mengirimkan angin..."

Tidak terhitung gelembung udara yang terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat ke langit. Partikel-partikel ini, yang kaya dengan garam kemudian terbawa oleh angin dan naik ke Atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut dengan Aerosol, berfungsi sebagai perangkap air dan membentuk titik-titik awan dan mengumpulkan air di setiap uap air sendiri, yang naik dari laut sebagai titik-titik kecil.

TAHAPAN KEDUA
-------------
"...yang menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengalami kondensasi kristal garam atau partikel debu di udara karena titik-titik air pada awan ini sangat kecil (diameternya antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan tersebut mengalami suspensi di udara, dan menyebar di langit. Jadi, langit tertutup dengan awan

TAHAP KETIGA
------------
"...lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya"

Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal dan membentuk titik hujan, sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara dan meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan. Sebagaimana telah kita lihat, setiap tahapan dalam pembentukan hujan diceritakan dalam ayat Al-Qur'an. Disamping itu, tahapan-tahapan ini dijelaskan secara akurat dengan urutan yang benar. Sebagaimana pada fenomena alam lainnya di Bumi, Allah memberikan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini juga, dan memberitahukannya kepada orang-orang melalui Al-Qur'an sebelum ditemukannya.

Dalam ayat yang lain, ada informasi yang diberikan mengenai pembentukan hujan:

[24.43] Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.

10.laut itu bercampur atau tidak satu sama lain.

[55.19] Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
[55.20] antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.


Sifat laut ini, bahwa mereka bersama tetapi tidak bercampur satu sama lain, baru-baru ini saja ditemukan oleh ahli oseanografi. Karena kekuatan fisik yang disebut "tegangan permukaan", air dari laut yang berdekatan tidak bercampur. Disebabkan oleh perbedaan kerapatan air, tegangan permukaan mencegahnya bercampur satu sama lain, seolah-olah terdapat dinding tipis diantara keduanya.

11.kedalaman laut itu gelap dan ada gelombang internal.

[24.40] Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.

Lingkungan di laut dalam digambarkan dalam buku yang berjudul oceans:
-------------------------------------------------------------------
Kegelapan di laut dalam ditemukan sekitar kedalaman 200 meter dan di bawahnya. Pada kedalaman ini, hampir tidak ada cahaya. Dibawah kedalaman 1000 meter tidak ada cahaya sama sekali
-------------------------------------------------------------------

Sekarang, kita mengetahui mengenai struktur umum dari laut, ciri-ciri makhluk hidup didalamnya, salinitasnya, maupun jumlah air yang terdapat didalamnya, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan peralatan khusus, yang dikembangkan dengan tekhnologi modern, memungkinkan ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia tidak dapat menyelam lebih dari 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tidak dapat hidup dikedalaman tanpa bantuan, dalam bagian gelap lautan, seperti pada kedalaman 200 meter. Oleh karena itu, ilmuwan hanya baru-baru ini saja menemukan potongan informasi rinci mengenai laut. Tetapi, pernyataan "kedalaman didalam lautan" digunakan dalam Surat An-Nur 1400 tahun yang lalu. Jelas ini merupakan salah satu mukjizat Al-Qur'an bahwa informasi tersebut diberikan ketika tidak ada peralatan yang tersedia guna memungkinkan manusia menyelam ke kedalaman laut.

Disamping itu, pernyataan didalam ayat 40 surat An-Nur "...." memperlihatkan kepada kita mukjizat yang lain dari Al-Qur'an.

12.ubun-ubun di kepala (otak) kita yang mengendalikan gerakan kita.

[96.15] Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
[96.16] (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.


Ungkapan "(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" pada ayat diatas adalah paling menarik. Riset yang dilakukan pada tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi tertentu dari otak, terletak pada bagian depan tengkorak. Ilmuwan baru menemukan fungsi bagian ini, yang ditunjukkan Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu, dalam waktu 60 tahun terakhir. Jika kita melihat pada bagian dalam tengkorak di bagian depan kepala, kita akan menemukan bagian depan dari cerebrum. Sebuah buku yang berjudul "Essentials of Anatomy and Physiology", yang mencakup hasil-hasil riset paling akhir mengenai fungsi-fungsi bagian ini, mengatakan:

------------------------------------------------------------------
"Motivasi dan pemikiran untuk merencanakan melakukan gerakan terdapat pada bagian anterior dari frontal lobes, bagian prefrontal. Ini merupakan bagian dari cortex asosiasi....."
------------------------------------------------------------------

Buku tersebut juga mengatakan:
Dalam hubungan dengan keterlibatannya dalam gerakan, bagian prefrontal juga dianggap merupakan pusat fungsional bagi penyerangan...

Jadi, bagian cerebrum ini bertanggung jawab atas perencanaan, motivasi, dan menimbulkan perilaku baik dan berdosa, dan bertanggung jawab atas orang berbohong atau mengatakan yang benar.

Jelas bahwa pernyataan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" benar-benar berhubungan dengan penjelasan diatas. Fakta ini, yang baru ditemukan ilmuwan dalam waktu 60 tahun terakhir, dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an sejak lama.


13.cara memperlakukan tawanan.

[9.6] Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, MAKA LINDUNGILAH IA supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian ANTARKANLAH IA KE TEMPAT YANG AMAN BAGINYA. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

[76.8] Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.


14.cara memperlakukan budak.

[24.33] Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu).

15.mentolerir perbudakan dan kerja paksa.???

Perbudakan secara berangsur-angsur telah coba dihapuskan dalam Al-Qur'an.

[90.12] Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
[90.13] (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,


Al Hujurat [49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

16.mengajarkan diskriminasi dan rasialisme dalam penagihan hutang.

[2.279] Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

[2.280] Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.


[2.282] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

[5.8] Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

17.diatur mengenai pembagian zakat untuk fakir miskin.

Surah At Taubah:
[9.60] Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

18.diajarkan untuk bermusyawarah.

Surah Ali Imron:
[3.159] Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Surah Asy Syuraa:
[42.38] Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

19.DIajarkan untuk saling mengenal, dan bersahabat dengan suku-suku bangsa lain

Al Hujurat [49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

20.diatur mengenai masalah perceraian

[65.1] Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.

Al Baqarah [2.234] Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

21.Bagaimana mengenai wanita/istri yang sedang datang bulan?

[2.222] Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.


22.mengatur hak pembagian warisan bagi anak laki-laki dan anak perempuan.

[4.7] Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

23.memerintahkan agar kaum perempuan memakai jilbab

Surah [33.59] Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

[24.31] Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.


24.Laki-laki dan Perempuan itu sama derajatnya.

Asy Syura [42.49] Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki

25.Air Susu Ibu (ASI) itu bermanfaat.

Air susu ibu merupakan campuran yang tiada bandingnya yang diciptakan oleh Allah sebagai sumber makanan yang baik sekali lagi bagi bayi yang baru lahir, maupun zat yang meningkatkan rsistensinya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi buatan yang dihasilkan oleh tekhnologi sekarang tidak dapat
menggantikan sumber gizi yang ajaib ini.

Setiap hari, ditemukan manfaat baru air susu ibu terhadap bayi. Salah satu dari fakta ilmiah yang telah ditemukan mengenai air susu ibu adalah bahwa menyusui sampai dua tahun setelah kelahiran adalah sangat bermanfaat. Allah memberikan kepada kita informasi penting, yang ditemukan oleh ilmu
pengetahuan baru-baru ini saja, dengan ayat:


[31.14] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

26.gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan dan getaran di bumi.

[21.31] Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

Sebagaimana telah kita ketahui, dinyatakan dalam ayat ini bahwa gunung mempunyai fungsi mencegah goncangan atau getaran di bumi.

Fakta ini tidak diketahui siapapun ketika Al-Qur'an belum diwahyukan. Fakta ini hanya baru-baru ini saja diketahui sebagai hasil dari temuan geologi modern.,

27.gunung-gunung itu sebetulnya tidak diam melainkan bergerak.

[27.88] Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Gerakan gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak-kerak bumi dimana mereka terletak. Kerak bumi yang mengapung diatas lapisan mantel, yang lebih padat. Pada awal abad 20, untuk pertama kali didalam sejarah ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua di bumi sebelumnya menyatu ketika pertama kali terbentu. Tapi kemudian menuju ke berbagai arah,
sehingga terpisah ketika mereka menjauh satu sama lain.

28.kita semua berikut juga materi diciptakan berpasang-pasangan.

[36.36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Meskipun konsep berpasangan atau "pair" atau "couple" umumnya berarti untuk laki-laki dan wanita, pernyataan "dari segala seuatu yang tidak mereka ketahui" mempunyai implikasi yang lebih luas. Sekarang, salah satu implikasi dari ayat ini telah terungkap. Ilmuwan Inggris Paul Dirac, yang mengemukakan bahwa zat diciptakan berpasangan dianugrahi hadiah Nobel untuk Fisika pada
tahun 1933. penemuan itu, yang disebut dengan "Parite", mengatakan bahwa zat berpasangan dengan lawannya yaitu anti zat. Anti zat mempunyai sifat-sifat berlawanan dengan dengan zat. Misalnya, dibandingkan dengan zat, berbeda dengan zat, Elektron dan anti zat bermuatan positif dan Protonnya bermuatan negatif.


Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagai berikut:

".... Setiap partikel mempunyai anti partikel yang bermuatan berlawanan... dan hubungan ketidakpastian mengatakan bahwa penciptaan pasangan dan penghilangan pasangan terjadi di ruang vacum pada semua tempat".

29. angin berfungsi untuk pembentukan hujan.

Dalam salah satu ayat Al-Qur'an, ciri-ciri yang "menyuburkan" dari angin, dan pembentukan hujan sebagai akibatnya disebutkan sebagai berikut:

[15.22] Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

Didalam ayat ini, ditunjukkan bahwa tahapan pertama pembentukan hujan adalah angin. Sampai awal abad ke-20, satu-satunya hubungan yang diketahui adalah bahwa angin menggerakkan awan. Tetapi, temuan-temuan meteorologis modern telah menunjukkan adanya peran "menyuburkan" dari angin didalam pembentukan hujan.

Fungsi menyuburkan dari angin berkerja dengan cara yang berikut ini:

Pada permukaan samudera dan laut, tidak terhitung banyaknya gelombang yang terbentuk karena kerja air yang membentuknya. Saat gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil, yang dikenal sebagai "aerosol", bercampur dengan debu yang terbawa dari bumi oleh angin, dan terbawa ke lapisan atmosfir yang lebih atas. Partikel-partikel ini terbawa oleh angin ke ketinggian oleh angin bersentuhan dengan uap air yang ada disana. Uap air mengalami kondensasi sekitar partikel ini dan merubahnya menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini pertama berkumpul dan membentuk awan, lalu kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin "menyuburkan" uap air yang mengambang di udara dengan partikel yang dibawanya dari laut, dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

Jika angin tidak memiliki sifat ini, tetesan air pada atmosfir yang lebih tinggi tidak akan pernah terbentuk, dan tidak akan ada hujan.

Hal yang paling penting disini ialah bahwa peranan angin yang penting dalam pembentukan hujan dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al-Qur'an ketika orang tahu sangat sedikit mengenai fenomena

30.air mani itu tidak hanya terdiri dari sperma saja, melainkan terdiri dari campuran berbagai cairan.

Cairan sperma, tidak hanya terdiri dari sperma saja. Sebaliknya, sperma ini terdiri dari campuran berbagai cairan. Cairan ini mempunyai fungsi yang berbeda, seperti mengandung gula yang diperlukan untuk memberikan energi bagi sperma, menetralisir asam pada pintu masuk uterus, dan menciptakan
lapangan yang licin untuk memudahkan gerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika sperma (mani) telah disebutkan didalam Al-Qur'an, fakta ini ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga disebutkan, dan sperma didefinisikan sebagai suatu cairan campuran:

[76.2] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Didalam ayat lain, mani sekali lagi disebut sebagai suatu campuran, dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "saripati" suatu campuran:

[32.7] Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
[32.8] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).


31.embrio menempel pada uterus.

Jika kita terus menyelidiki fakta-fakta yang disampaikan kepada kita dalam Al-Qur'an mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita menemukan mukjizat ilmiah yang sangat penting.

Ketika sperma laki-laki bersatu dengan ovum wanita, terbentuk inti bayi yang akan dilahirkan. Sel tunggal, yang dikenal dengan "zygote" didalam biologi, secara langsung mulai bereproduksi dengan membagi, dan pada akhirnya menjadi "sepotong daging" yang disebut embrio. Ini tentu saja hanya bisa dilihat oleh manusia dengan bantuan miksroskop.

Tetapi embrio tidak menghabiskan masa perkembangannya dalam suatu ruang kosong. Dia menempel pada uterus sama seperti akar yang menempel dengan kuat ke bumi dengan tendril atau sulurnya. Melalui ikatan ini, embrio dapat memperoleh zat-zat yang penting bagi perkembangannya dari tubuh ibunya.

Disini, pada titik ini, suatu mukjizat Al-Qur'an yang sangat signifikan diungkapkan. Dengan merujuk pada embrio yang berkembang didalam rahim ibu, Allah menggunakan kata "alaq" didalam Al-Qur'an:

[96.1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
[96.2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[96.3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,


Arti kata "alaq" didalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel ke suatu tempat" kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.


32.berapa tahapankah bayi didalam rahim?

Di Al-Qur'an dikatakan bahwa manusia diciptakan melalui suatu proses dengan tiga tahapan didalam rahim ibu.

[39.6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu
adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

Sebagaimana akan dipahami, ditunjukkan di ayat ini bahwa manusia diciptakan didalam rahim ibu dalam tiga tahapan yang berbeda. Bahkan, biologi modern telah mengungkapkan bahwa perkembangan embriologis bayi terjadinya pada tiga bagian yang berbeda didalam rahim ibu. Sekarang, pada semua buku teks embriologi yang dipelajari di fakultas kedokteran, mata kuliah ini dipelajari sebagai unsur pengetahuan dasar. Misalnya, didalam buku "Basic Human Embriology", teks rujukan dasar didalam bidang embriologi, fakta ini dinyatakan sebagai berikut:

"Kehidupan didalam uterus mempunyai tiga tahapan: pra-embrio; pertama dua setengah pekan embrio, sampai akhir pekan kedelapan, dan fetal; dari delapan pekan sampai akhir".

Fase-fase ini merujuk pada berbagao tahapan perkembangan yang berbeda dari bayi. Ringkasnya, ciri-ciri utama dari tahap-tahapan perkembangan ini adalah sebagai berikut:

TAHAPAN PRA-EMBRIO
------------------
Pada tahapan pertama, zygote berkembang melalui pembelahan, lalu kemudian menjadi sekelompok sel. Membenamkan dirinya pada dinding uterus. Sambil terus berkembang, sel-sel mengorganisir dirinya dalam tiga lapisan.

TAHAPAN EMBRIO
--------------
Fase kedua berlangsung selama lima setengah pekan, selama waktu itu bayi disebut "embrio". Pada tahapan ini, organ-organ dan sistem dasar tubuh mulai muncul dari lapisan-lapisan sel.

TAHAPAN JANIN
-------------
Dari tahapan ini selanjutnya, embrio deisebut "janin". Fase ini dimulai pada pekan kedelapan periode gestasi dan berlangsung sampai saat kelahiran. Ciri-ciri yang berbeda tahapan ini adalah bahwa janin terlihat seperti manusia, dengan muka, tangan dan kaki. Meskipun panjangnya hanya 3 cm pada
walnya, semua organnya sudah menjadi jelas. Fase ini berlangsung sekitar 30 pekan, dan perkembangannya terus terjadi sampai pekan kelahiran.

Informasi mengenai perkembangan didalam rahim ibu hanya dapat diperoleh setelah pengamatan dengan peralatan modern. Tetapi, sama seperti fakta ilmiah lainnya, penggalan informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang luar biasa. Fakta bahwa informasi yang rinci dan akurat tersebut diberikan oleh Al-Qur'an pada waktu orang mempunyai informasi yang langka mengenai masalah-masalah kedokteran merupakan bukti nyata bahwa Al-Qur'an bukan perkataan manusia, tetapi firman Allah.


33.langit mempunyai fungsi untuk mengembalikan.

[86.11] Demi langit yang mengandung hujan,

Saya kutip ejaan dalam bahasa aslinya: Wassama'innaa tirRaj'i.

Kata "Raj-i" berarti "kembali", Hujan dinamakan "raj'i" dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya.

Jadi, kata yang diterjemahkan sebagai "siklikal" (raj'i) didalam Al-Qur'an juga berarti "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui atmosfer yang mengelilingi bumi terdiri dari banyak lapisan. Masing-masing lapisan mempunyai fungsi penting bagi kehidupan. Riset telah mengemukakan bahwa lapisan-lapisan ini mempunyai fungsi mengembalikan materi atau berkas cahaya yang terkena kembali ke ruang angkasa atau kembali ke bumi. Sekarang mari kita selidik beberapa contoh fungsi recycling dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi.

Stratosfer, 13 sampai 14 km diatas permukaan bumi memungkinkan uap yang naik dari permukaan bumi itu dikondensasikan dan dikembalikan sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi yang berbahaya, dan sinar ultra violet yang datang dari luar angkasa serta mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfer, memantulkan siaran gelombang radio dari bumi kembali ke berbagai bagian dunia sama seperti satelit komunikasi yang pasif, sehingga membuat komunikasi wireless, radio, dan siaran televisi dimungkinkan pada jarak jauh.

Lapisan magnetosfer mengembalikan partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan oleh matahari dan bintang kembali ke ruang angkasa sebelum sampai ke bumi.

Fakta tentang lapisan atmosfer ini, yang baru ditunjukkan akhir-akhir ini, diumumkan berabad-abad lalu di Al-Qur'an, sekali lagi menunjukkan bahwa Al-Qur'an merupakan firman Allah.

34.Tekhnologi tenaga angin.

[21.81] Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

35.proses terjadinya manusia.

[23.12-14]"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ,lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging . dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang. Lalu tulang-belulang itu Kami bugkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang ( berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik".


" Sesungguhnya Alquran ini tidak lain hanyalah kebenran. Dan kamu akan mengetahuinya SETELAH BEBERAPA WAKTU". Masih banyak kebenaran Alquran lainnya yang bisa dicari sendiri di berbagai web atau ensiklopedia Mukjizat Quran. Hanya orang-orang yang tertutup hatinya, yang mengingkari ayat-ayat tersebut.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mukjizat Muhammad adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi'raj dalam tidak sampai satu hari.

Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.” [2]

Sebelum masa kenabian

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[3] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan "pemimpin umat". Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, "Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki." Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa[4] Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad:
Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.
Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhatan.


Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
Halimah binti Abi-Dhua'ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[5]

Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa'd, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa'd di gurun Arab selama empat tahun.[6]

Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka'bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka'bah berbicara,[7] "Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini."[8]

Ketika Muhammad berusia empat tahun,[9] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa'd dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[10] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, "membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju."[11]

Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsra'kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[12]

Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[13]

Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah "stempel kenabian" (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[14]

Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[15][16]

Pada masa kenabian

Kharisma

Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[17]
Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.
Menghilang dan menidurkan musuh
Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan[18]
Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka'bah dengan Abu Bakar.[19]
Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.[20]
Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.


Binatang, tumbuhan, alam, dan benda mati

Seekor srigala berbicara kepada Muhammad.[21]
Seekor kijang berbicara kepada Muhammad.[22]
Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya'.
Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.
Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[23]
Dua Sahabat Nabi SAW dibimbing oleh cahaya.[24]
Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[25]
Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.[26]
Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.[27][28][29]
Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad.[30]
Batu dan pohon memberi salam kepada Muhammad.[31]
Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.[32]
Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.[33]
Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa'il bin Abi Thalib yang kehausan.
Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[34]
Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin 'Utsman pada Perang Hunain.

Makanan dan minuman

Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[35]
Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.[36]
Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[37]
Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[38]
Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[39]
Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[40]
Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad. [41]
Air memancar dari sela-sela jari.[42] Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.[43][44]
Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.[45]

Mendoakan dan menyembuhkan

Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
Mendoakan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
Mendoakan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.[46]
Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.[47]
Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.[48]
Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad.
Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian doa tersebut dikabulkan.[49]
Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[50]


Hal ghaib dan ru'yah

Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.[51]
Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.[52]
Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad. [53]

Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[54]
Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi "bapak para khalifah" yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun. [55]
Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[56]

Mukjizat terbesar

Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.[57][58]
Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi'raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
Menerima Al-Qur'an sebagai Firman Tuhan.

Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia. Sebagai contoh ayat di bawah:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
 
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
 
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
 
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
 
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
 
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
 
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
 
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
 
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
 
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
 
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
 
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. 
 
Gunung yang Bergerak
 
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]
 
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
 
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
 
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
 
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
 
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
 
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
 
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
 
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
 
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
 
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
 
Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia
 
“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)
 
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
 
Diselamatkannya Jasad Fir’aun
 
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]
 
Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya.  Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
 
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
 
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).
 
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
 
Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
 
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]
 
Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.
 
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
 
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
 
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. 
 
Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.
Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
 
”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
 
Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:
 
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]
 
Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.
.
Sumber: Harun Yahya
Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab

Kamis, 17 Februari 2011

Belajar dari Dana Persepuluhan Gereja

baru masuk

Anas bin Malik radhiya’l-lahu ‘anh meriwayatkan: “Rasulullah tidak pernah diminta sesuatu oleh yang baru masuk Islam, melainkan beliau memberikannya. Sungguh telah datang seorang peminta-minta kepada beliau. Nabi memberinya kambing dalam jumlah seperti antara dua bukit. Orang itu kembali pada kaumnya dan memberitahukan: “Hai kaumku, masuk Islamlah kalian, karena Muhammad suka member! pemberian, seperti orang yang tidak takut miskin. Sungguh dahulunya, seseorang masuk Islam, tidak lain karena ingin dunia. Tapi tidak lama kemudian ia mendadak cinta kepada Islam melebihi dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim [2312]).

Hadits di atas adalah bagian dari metode dan strategi da’wah Nabi s.a.w, yakni memenuhi hajat ummat melalui ketersediaan dana da’wah bagi banyak kepentingan atau hajat syar’iyah. Dari mana diambilkan? pertama dari kantong Nabi s.a.w sendiri, menyusul dari dapur ummattul mu’minin, dari orang-orang dekat Nabi dari sahabat Muhajirin dan Anshar, selain dari Baitul Mal waz Zakah atau terkadang melalui sistem penawaran sebagai hasil penempaan tarbiyah ruhiyah Rasulullah s.a.w, seperti ditunjukan oleh hadits Asma’ binti Abi Bakar as-Shiddiqrahiya’1-lahu ‘anhumaia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku:
Janganlah engkau selalu menutupi kepunyaanmu, nanti Allah akan menutupi rezkimu” Dalam riwayat lain: “Infaqkanlah atau berikanlah atau lepaskanlah, jangan kau hitung. Supaya Allah tidak main hitung-hitungan terhadapmu, dan jangan kau takar, agar Allah tidak membatasi rezkimu. ” (Muttafaq ‘alaih. Bukhari [3/238; 5/160-161]; Muslim [1029]).

Para Sahabat penyandang dana da’ wah ini dulunya terkenal dengan sebutan al- Abrar (kelompok orang yang berbakti) atau ahlu dutsur bil ujur (pemilik bonus pahala). Gelar ini pernah disematkan pada Nabi Ibrahim kaitannya dengan tingkat kepeduliaan beliau pada kaumnya (HR.Thabarani, As-Suyuthi. al-Jdmi’ as-Shaghir [3/ 2781]. Di zaman Nabi s.a.w mereka dinamakan dengan al-Abrar, karena kebaikan mereka terhadap orang tua, istri dan putera/i mereka juga sahabat dan kerabat dekat mereka. Semua hak-hak mereka tertunaikan dengan baik sesuai porsi hak masing-masing (HR.Thabarani dalam al-Kabir dari Ibnu ‘Umar. Suyuthi. al-Jdmi’ as-Shaghir [2/2592]).

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani mengomentari, hadits di atas merupakan larangan menahan diri dari shadaqah karena khawatir kehabisan bekal penghidupan. Ketahuilah bahwa, kekhawatiran demikian adalah salah satu sebab terbesar yang berpotensi memutus keberkahan rezki. Allah memberi nikmat terhadap manusia, tanpa hitung-hitungan dan memberi ganjaran pahala tanpa mematok-matok. Siapa yang berpikir cerdas, bahwa Allah s.w.t senantiasa memberikan rezki-Nya dari arah yang tidak disangka-sangka (Qs.65:3), niscaya ia akan mengeluarkan harta, juga, tanpa hitung-hitungan. (Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Fath, kitab az-Zakat, bab: at-tahrish ala as-shadaqah wa asy-syafa’ah fiyha, Juz III).

Al-Qur’an mengumpamakan penyandang dana ini “ibarat sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian perbuat.” (Qs.2:265)

Imam Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, ada banyak ajaran Islam yang tidak bisa terlaksana, tanpa adanya ketersediaan dana, walaupun dana bukan segalanya atau meskipun masih bisa diganti dengan alternatif lain berdasarkan prinsip tidak ada rotan, akar pun jadi, tidak ada air (wudhu’) tanah pun jadi. Meskipun demikian, dana tetap menjadi tulang punggung dunia pergerakan.

Dana da’wah diperlukan untuk menjadi day a dorong pelaksanaan program, menjadi dayapanggil bagi jama’ah pemula, menjadi pengikat bagi para mu’ allaf yang baru masuk Islam, menjadi obat penawar bagi jama’ah yang punya hajat, seperti hajat pendidikan, hajat kesehatan dan hajat-hajat syar’iyah lainnya seperti urusan lahir, nikah dan kematian. Kelemahan gerakan da’wah Islamiyah sekaligus menjadi kelebihan da’wah missionaris dan menjadi daya tarik laju perkembangan aliran sesat, berpusat pada penyediaan dan pengelolaan dana.

Di zaman kenabian, infaq dan shadaqah adalah alat da’wah yang paling efektif membantu dana perjuangan. Tidak sedikit dari as-Sabiqunal Awwalun (generasi awal ummat ini, Qs.9:100) yang masuk Islam setelah dibebaskan dari perbudakan dan hatinya diikat oleh fadhilah infaq. Hari ini, tidak sedikit pula dari kaum Muslimin yang murtad atau menggadaikan keyakinannya, karena menejemen infaq yang kurang terurus. Sebab, hanya dengan kekuatan infaq dan shadaqahlah kita bisa mewujudkan kembali “jihad ekonomi”, kita dapat memerangi pemurtadan, kebodohan, penanggulangan bencana, membantu daerah konflik, menyantuni yatim-piatu, jompo dan bea siswa. Termasuk yang paling pokok, menggerakkan roda kegiatan da’wah, menggairahkan geliat kehidupan da’i dan elemen pendukung da’wah di lapangan dalam usaha pencerdasan ummat, yang pada umumnya terasa lumpuh, karena faktor dana.

Di mana letak masalahnya? Akar masalahnya lebih pada rendahnya tingkat kesadaran para jama’ah yang selama ini kurang disentuh oleh para agamawan melalui paket kegiatan dan program da’wah. Karena pengalaman membuktikan, kapan ada program dan kegiatan diselenggarakan, di sana para jama’ah ikut andil membantu, meskipun dengan batas kemampuan yang ada atau kendati sebatas bantuan tenaga dan pikiran semata. Lemahnya manajemen pengelolaan dana ikut memperparah keterbatasan suplay dana da’wah di lembaga-lembaga keummatan.

Dana Da’wah Zending Yahudi

Butir 3 Protokolat Yahudi berbunyi: “Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa lalu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan ini. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.

Bagaimana Dengan Dana Persepuluhan Gereja? 

Dana persepuluhan gereja ada tiga: Persepuluhan pertama adalah untuk keimamatan (Kohanim), dan jatuhnya sebagai milik pusaka, karenanya sering disebut cukai bait Allah. (Bilangan: 18:26). Dana Persepuluhan kedua digunakan untuk perayaan-perayaan di tempat yang telah dikhaskan bagi tujuan missionaris bagi golongan fakir-miskin (Ulangan 14:22-23). Ada lagi persepuluhan tambahan, yang dikenal dengan persembahan, yang dipungut pada petang sabat dan hari minggu. (IKorintus 16:2-4).
Dana Persepuluhan ini secara wajib ‘ain dikeluarkan 3 kali setahun, bukan sekali setahun seperti zakat fitrah. Dalam Ulangan 16:16-17 dijelaskan: “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

Para rohaniawan mereka berpesan, “iman dalam pembayaran persepuluhan dan persembahan harus tetap meningkat sekalipun keadaan ekonomi kita terbatas. Karena dengan demikian kita dapat maju dalam segala, dapat membangunan gedung-gedung pertemuan serta bait suci-bait suci, dengan program pendidikan kita yang besar, yang berbagai kegiatannya banyak bergantung pada pendapatan persepuluhan Gereja. Saya menjanjikan kepada Anda bahwa kita tidak akan pernah membuat Gereja berhutang. Kita akan dengan ketat merancang program sesuai dengan pendapatan persepuluhan serta menggunakan dana yang kudus ini untuk tujuan-tujuan yang dirancang oleh Tuhan Yesus“.

Bagaimana geliat gerakan da’wah? Pasca perang salib yang terjadi selama 200 tahun itu (abad 11-13 M) praktis gerakan da’wah tertatih-tatih menghadapi tantangan da’wah yang tidak setara dengan kemampuan finansial yang ada. Karena itu, jika jama’ ah tidak bahu-membahu, para pengurus dan imam masjid tidak berbenah diri, dan lembaga da’wah tidak melakukan tertib pengelolaan dana-dana da’wah, maka jangan heran jika pihak-pihak lain, seperti non-muslim, aliran sesat, dan partai-partai berhaluan kiri membalap bahkan mengembosi kita dari belakang.

Sumber : Buletin Dakwah No.08 Thn. XXXV Jum’at ke-4 22 Februari 2008

Teladan dari Dua Umar


Mendengar kata kata sang Badui, Umar bersumpah tidak akan memakan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat ini, "Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya...
----------

Teladan dari Dua Umar

Umar bin Abdul Aziz membersihkan kedua tangannya. la berdiri. Di depannya nampak makam Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah Bani Umayyah sebelumnya. Berdasarkan wasiat al marhum, Umar bin Abdul Aziz menduduki jabatan khalifah. Baru saja Umar bangkit berdiri, tiba-tiba ia mendengar suara riuh. "Ada apa?", tanya Khalifah kedelapan Bani Umayyah itu heran.

"Ini kendaraan Anda, wahai Amirul Mukminin," ujar salah seorang sambil menunjuk sebuah kendaraan mewah yang khusus disiapkan untuk sang khalifah.

Dengan suara gemetar dan terbata bata karena kelelahan dan kurang tidur, Umar berkata, "Apa hubungannya denganku? Jauhkanlah kendaraan ini. Se¬moga Allah memberkahi kalian." Lalu ia berjalan ke arah seekor keledai yang menjadi tunggangannya selama in!

Baru saja ia duduk di atas punggung hewan itu, serombongan pengawal datang berbaris mengawal di belakangnya. Di tangan masing masing tergenggam tombak tajam mengkilat. Mereka siap menjaga sang
khalifah dari marabahaya.

Melihat keberadaan pasukan itu, Umar menoleh heran dan berkata, "Aku tidak membutuhkan kalian. Aku hanyalah orang biasa dari kalangan kaum Muslimin. Aku berjalan pagi hari dan sore hari sama seperti rakyat biasa."

Selanjutnya, Umar berjalan bersama o¬rang prang menuju masjid. Dari segala penjuru orang orang pun berdatangan. Ketika mereka sudah berkumpul, Umar bin Abdul Aziz berdiri. Setelah memuji Allah dan ber¬shalawat pada Nabi dan para sahabatnya, ia berkata, 'Wahai manusia, sesungguhnya aku mendapat cobaan dengan urusan ini (khilafah) yang tanpa aku dimintai persetujuan terlebih dulu, memintanya atau pun ber¬musyawarah dulu dengan kaum Muslimin. Sesungguhnya, aku telah melepaskan baiat yang ada di pundak kalian untukku. Untuk selanjutnya silakan pilih dari kalangan kalian sendiri seorang khalifah yang kalian ridhai.'

Mendengar ucapannya itu, orang orang pun berteriak dengan satu suara, "Kami telah memilihmu, wahai Amirul Mukminin. Kami ridha terhadapmu. Aturlah urusan kami dengan karunia dan berkah Allah.'

Banyak hal yang bisa kita teladani dari sikap hidup Umar bin Abdul Aziz. Selain sikap zuhud dan kesederhanaan, kita juga belajar wara' (menjauhi syubhat). Kisah dirinya ketika memadamkan lampu minyak saat menerima kedatangan anaknya, diabadikan oleh sejarah. la tak mau menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi atau keluarga.

Kits bandingkan dengan sikap pemimpin saat ini. Sulit membedakan mana harta mereka pribadi dan mana milik pemerintah. Berapa banyak para pejabat yang tetap menggunakan fasilitas negara saat kampanye yang nota bene untuk kepentingan sendiri.

Begitu pun setelah mereka berkuasa. Bahkan, mereka yang selama ini dikenal dekat dengan rakyat menjadi jauh. Akibatnya, mereka sendiri merasa tidak aman. Kemana pun pergi selalu dijaga ketat oleh para pengawal.

Kenyataan ini akan sangat bertolak belakang jika kita tengok jauh lagi ke belakang. Pada akhir abad 17 Hijriyah, misalnya. Saat itu kaum Muslimin sebenarnya sedang menikmati kemenangan pasukan mereka di Irak dan Syam. Namun di tengah kegembiraan itu, mereka dikejutkan oleh datangnya musim kemarau berkepanjangan. Selama sembilan bulan hujan tak turun. Bumi gersang dan penuh debu. Hewan dan tanaman menjadi korban.

Kondisi Madinah tak terlalu buruk. Di bawah pemerintahan Umar bin Khaththab, Khalifah Kedua setelah Rasulullah saw wafat, penduduk Madinah dibiasakan menyimpan makanan. Akibatnya, dari berbagai daerah masyarakat datang berbondong bondong, mengungsi di kota Nabi itu. Selama beberapa saat Madinah bisa bertahan. Tapi lama kelamaan penduduknya makin tertekan. Mereka mulai kekurangan bahan makanan. Lalu apa yang dilakukan Umar bin Khaththab kala itu?

Ketika kelaparan mencapai puncaknya, Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang Badui dan mengajaknya makan bersama. Umar tidak menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum Badui itu melakukannya lebih dahulu. Orang Badui sepertinya benar benar menikmati makanan itu. "Agaknya, Anda tak pernah mengenyam lemak?" tanya Umar.

"Benar," kata Badui itu. "Saya tak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang orang memakannya sampai sekarang,” tambahnya.

Mendengar kata kata sang Badui, Umar bersumpah tidak akan memakan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat ini, "Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenyangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya," ujar Umar.

Padahal, saat itu Umar bisa saja menggunakan fasilitas negara. Kekayaan Irak dan Syam sudah berada di tangan kaum Muslimin. Tapi tidak. Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya.

Kita diberikan pelajaran sangat berharga oleh dua Umar. Dengan meneladani kehidupan dua khafrfah itu, para pemimpin akan merasakan penderitaan rakyat. Perasaan inilah yang akan melipatgandakan perjuangannya. Bagaimana mungkin seorang pemimpin akan bisa berjuang kalau ia sendiri tak merasakan apa yang dirasakan rakyatnya. Sikap zuhud dan kedekatan dengan rakyat ini akan menenteramkan masyarakat. Kedekatan pada rakyat akan melahirkan kecintaan. Bayangkan dengan diri Rasulullah saw. Bagaimana mungkin rakyat tidak dekat dengannya kalau menjelang ajal pun beliau masih menyebut nyebut, "Ummati, ummati, ummati (umatku, umatku, umatku)." Kepedulian Rasulullah saw pada umatnya nyaris tak berbalas.

Kecintaan inilah yang akan menciptakan rasa aman. Kedekatan dengan rakyat berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan seorang pemimpin. Semakin dekat dirinya dengan rakyat, semakin tinggi juga tingkat rasa aman dirinya. Inilah yang menjelaskan mengapa kedua Umar, baik Umar bin Abdul Aziz maupun Umar bin Khaththab tak pernah mau dikawal. Mereka tak memerlukan pengawal karena merasa dirinya aman. Mereka terbiasa berkeliling di tengah gelapnya malam. Mereka juga biasa tidur tiduran di tempat umum. Tak ada rasa takut dan khawatir dalam diri mereka. Penyebabnya: mereka berlaku adil, bersih, dekat dengan rakyat, maka rakyat pun mencintainya.

[Sabili]